Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Hukum Salam Kepada Lawan Jenis - katailmuu

mengucapkan salam


Dengan salam dapat membuat harmonis seuatu hubugan sebagaimana yang telah disebutukan oleh para ulama dan dengan salam kita dapat menguatkan hubugan antara sesama muslim. Kita selaku umat islam jangan pernah lupa setiap waktu untuk memulai salam sebab dengan salam kita menjalankan sunnah Nabi Salallahualaihisalam.


Amar Bin Yasir Bekata: 

Ada tiga perkara yang apabila seseorang dapat melaksankannya. Maka sungguh ia telah megumpulkan iman: memenuhi hak-hak orang lain meskipun mareka tidak memenuhi haknya, meyeberkan salam di dunia, dan berimfaq padahal ia membutuhkannya”. <Al-Adzkar. 243>


Salam adalah salam satu yang di anjurkan dalam islam sebab salam itu salah satu yang membuat seseorang terbebas daripadasifat sombong. Sebagaiamana yang disebutkan oleh baihaqi dan al-khotib meriwayatkan hadits:

(اخرج) البيهقي والخطيب. « البادئ بالسلام بريء من الكبر». (إرشاد العباد: ٦٥)

“seseorang yang megawali salam,dialah orang orang yang terbebas dari sifat sombong.” (Irsyadul ‘Ibad.65)

Maka dengan salam kitapun dapat memperkuat persaudaraan sesama muslim, maka mari sama-sama kita mulaikan salam kepada sauadara kita yang sesemaa muslim dan yang bisa untuk kita berikan salam, karena tidak semuanya bisa kita berikan salam. Dalam islam ini sangat bagus dalam mengatur keadaan umatnya.


Ibn Hajar pernah berkata dalam kitab Tanbihul Akhyar:

usahakanlah untuk selalu mengucapkan salam (paling sedikit) kepada 10 orang islam setiap harinya. (Tanqihul Qaul Al-Hadits.31)


Arti daripada salam adalah keamanan yaitu daripada sifat dengki, riya’ menggupat dan sejenisnya, maka jika seseorang megucapkan salam kepada orang lain,  dalam hatinya tersimpan semisalnya rasa dengki, maka sesungguhnya ia telah berdusta dengan salamnya.


Nabi SAW bersabda:

“tidaklah  mareka termasuk  dari gologan kita seseorang yang merupai selain kita. Janganlah kalain meyerupai kaum yahudi atau nasrani! Sesungguhnya ucapan salam kaum yahudi adalah isyarat dengan jari-jari, sedangkan kaum nasrani adalah dengan telapak tangan” <Al-Adzkar. 246>


Hukum-Hukum Salam

إذا عرفت أن شخصا لايرد سلامك فلا ينبغي لك تركه. لأنه لانه لا ينبغي ترك السنة لأجله. وقل بعضهم : لا تسلم عليه 

i لكي لاتكون سبب لعنة الملاكة عليه . أو ما هذا معناه. الفواءد المختارة طريق الخيرة (٢٨١)


1. Jika kamu telah mengetahui bahwasanya orang yang kamu beri salam tidak akan menjawab salam mu. Maka sepatutnya bagimu meninggalka bersalaman dengan orang tersebut. Karena tidak patutlah meninggalkan sunnah karena orang tersebut. Telah berkata oleh sebagaian para ulama: “janganlah kamu bersalam kepadanya, supaya tidk menjadi sebab laknat malaikat kepadanya.” (Fawaidt Mukhtarah Tarika Khairah Habib Zain Bin Smait)


2. Abu Muslim Al-Khoulany pernah melewati suatu kaum namun beliau tidak bersalaman dengan kaum tersebut. Lalu Al-Khoulany  berkata: “tidaklah mencegah salam ku kepada mareka, karena hanya saja aku khawatir mareka tidak akan menjawab salam ku, lantas para malaikat melaknat mareka.” (Durratun Nasihin. 57)

كان أبو مسلم الخولاني رحمه الله يمر على قوم فلا يسلم عليهم ويقول : لا يمنعني من السلام عليهم إلا أني أخشى أن لا يردوا علي فتاعنهم الملاكة. اه_ (درة الناصحين : ٥٨

3. Disunnahkan mengawali salam kepada sesama jenis, wanita yang mahram, perempuan yang tua dan sekumpulan para wanita (dengan syarat besarta aman dan aman daripada fitnah). Sedangkan salam selain kepada mareka hukumnya haram. (al-majmu’ lil habib abdullah bin husain. 202)


 يسن ابتدأ السلام المرأة على الجنس ، والمحرم .والعجوز، وجمع النساء. ويحرم السلام على غير هن

(المجموع الحبيب عبد الله بن حسين . ٢٠٢)


Haram bagi seorang wanita mengawali mengucap salam kepada laki-laki lain. Apakah itu megawali ataupun menjawab. Sekalipun itu via telepon. Karena hal tersebut dikatagorikan kedalam hukum suara. Dan makruh ucapan salamnya seorang pria kepada wanita lain, sekalipun ia menjawab ataupun mengawalinya. 


Maka sekarang bagitu banyak kita lihat orang baik itu laki-laki maupun perempuan mangawali salam ataupun menjawab padahal bukan muhrimnya ataupun yang bisa untuk diberikan salam. Makanya kita perlu ilmu untuk mengetaui seatu hukum. Sesungnya manusia yang tidak berilmu bagaiakan mayat hidup. Sebab dia tidak mengetahui segala hukum yang berlaku dalam islam.


Posting Komentar untuk "Hukum Salam Kepada Lawan Jenis - katailmuu"