Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Permulaan Penciptaan Nabi Adam As - KATAILMUU.COM

kisah nabi adam



Kisah Nabi Adam disebutkan dalam Al-Quran dan juga hadis-hadis yang disampaikan oleh para ulama. Berikut adalah cerita Nabi Adam beserta referensi kitab para ulama.


Menurut Al-Quran, Allah SWT menciptakan Nabi Adam dari tanah liat. Kemudian, Allah SWT meniupkan ruh ke dalam tubuh Nabi Adam sehingga ia menjadi manusia yang hidup. Allah SWT memberi Nabi Adam kekuatan intelektual dan fisik yang hebat dan juga memberikan kekuasaan dan tanggung jawab atas bumi dan makhluk ciptaan-Nya.


Namun, Allah SWT juga memberi peringatan kepada Nabi Adam dan istrinya Hawa untuk tidak mendekati pohon tertentu di surga. Namun, tergoda oleh setan, mereka akhirnya memakan buah dari pohon tersebut dan akibatnya mereka diusir dari surga dan dijatuhkan ke bumi. Nabi Adam dan Hawa kemudian hidup di bumi dan menjadi orang tua manusia pertama.


Kemudian, setan menggoda Nabi Adam dan istrinya Hawa untuk memakan buah dari pohon tersebut dengan memberi janji palsu bahwa mereka akan menjadi seperti malaikat dan memiliki kehidupan yang abadi. Mereka akhirnya tergoda dan memakan buah dari pohon tersebut, sehingga dosa dan kesalahan pertama di dunia terjadi.


Setelah memakan buah tersebut, mereka menyadari bahwa mereka telanjang dan segera menutupi aurat mereka dengan daun pohon. Allah SWT kemudian memanggil mereka dan menanyakan mengenai perbuatan mereka. Nabi Adam dan istrinya mengakui kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah SWT. Allah SWT kemudian mengampuni kesalahan mereka dan memberikan mereka hukuman yang sesuai.


Sebagai hukuman, Allah SWT mengusir Nabi Adam dan istrinya Hawa dari surga dan menjadikan mereka tinggal di bumi. Nabi Adam kemudian hidup di bumi dan menjadi orang tua manusia pertama. Setelah itu, Nabi Adam bersama istrinya memulai hidup di bumi dan memiliki anak-anak. Anak-anak mereka kemudian menjadi orang tua manusia selanjutnya.


Al-Quran, Surat Al-Baqarah ayat 30-39:

" وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ"

"وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ"

"قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ"

"قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ"

"وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُو


"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi," mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan di dalamnya orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 


Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (makhluk-makhluk) itu semua, kemudian Dia menunjukkannya kepada para malaikat, lalu Dia berfirman: "Katakanlah kepada-Ku nama-nama makhluk-makhluk itu jika kamu memang benar." Mereka berkata: "Maha Suci Engkau, kami tidak memiliki pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka (para malaikat) tentang nama-nama itu." Maka tatkala Adam telah memberitahukan nama-nama itu kepada mereka, Allah berfirman: "Bukankah Aku katakan kepadamu, sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" 


Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka mereka sujud kecuali Iblis. Dia menolak dan sombong dan menjadi orang yang kafir. Dan Kami berfirman: "Hai Adam, tinggallah engkau dan isterimu di dalam surga itu, dan makanlah sesukamu di mana saja, tetapi janganlah kamu dekati pohon ini, yang menjadikanmu termasuk orang-orang yang zalim." 


Maka Iblis membisikkan kepada keduanya dengan tipu dayanya agar diperlihatkan kepada keduanya 'aurat mereka yang tersembunyi yang sebelumnya tidak terlihat oleh keduanya. Dan dia berkata: "Tuhanmu hanya melarang kamu dari pohon ini agar kamu tidak menjadi malaikat atau menjadi orang yang kekal." 


Dan dia bersumpah kepada keduanya: "Sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu." Lalu dia menyesatkan keduanya dengan tipu dayanya. Tatkala keduanya telah merasakan (rasa malu) karena auratnya yang terbuka, mereka segera menutupinya dengan dedaunan surga. Kemudian Tuhannya memanggil keduanya, (seraya berfirman): "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan kepadamu bahwa syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu?" (Al-Baqarah: 30-39)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

تفسير البغوي: معالم التنزيل، جلد 1، صفحات 68-84

في تفسير هذه الآية يروى قصة خلق آدم عليه السلام، حيث خلق الله تعالى آدم من تراب الأرض، ثم خلق من نطفة صغيرة، ثم خلق من علقة، ثم خرجه طفلاً، حتى بلغ من الكمال ما يلزمه من العلم والإدراك، ثم جعله يتقدم في العمر حتى بلغ سن الكهولة، ثم جعله يتقدم في العمر حتى بلغ المراحل الأخرى من العمر، ثم يتوفى إلى رحمة الله تعالى، وهو ما لا بد منه في نهاية المطاف.

ويذكر التفسير أيضاً حكاية سجود الملائكة لآدم عليه السلام، وتمرده إبليس، الذي أبى السجود لآدم عليه السلام، واعترض على خلق الله تعالى لآدم من تراب الأرض.

المرجع: تفسير البغوي: معالم التنزيل، جلد 1، صفحات 68-84.


Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian keluar sebagai bayi, kemudian membesar hingga mencapai usia dewasa, kemudian menjadi tua. Di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum mencapai usia tua agar kamu dapat mencapai ajal yang ditetapkan, agar kamu dapat memahami dengan akal pikiranmu.


Tafsir Al-Baghawi dalam Ma'alim at-Tanzil, jilid 1, halaman 68-84 menjelaskan kisah penciptaan Nabi Adam AS, di mana Allah SWT menciptakannya dari tanah, lalu dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, lalu keluar sebagai bayi hingga mencapai kesempurnaan yang dibutuhkan dalam pengetahuan dan pemahaman. Kemudian ia menjadi tua, mencapai tahap-tahap usia lainnya, dan akhirnya diwafatkan ke rahmat Allah SWT, yang tak bisa dihindari.


kisah sujudnya para malaikat kepada Nabi Adam AS dan pemberontakan Iblis yang menolak untuk sujud kepada Nabi Adam AS

Menurut Tafsir Al-Baghawi dalam Ma'alim at-Tanzil, kisah sujudnya para malaikat kepada Nabi Adam AS adalah ketika Allah SWT mengumumkan akan menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di bumi. Para malaikat bertanya kepada Allah SWT mengenai tujuan penciptaan manusia, dan Allah SWT menjawab bahwa manusia akan diberi kekuasaan dan tanggung jawab untuk mengurus bumi serta menjadi khalifah di atasnya.


Ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS dari tanah, Dia memerintahkan para malaikat untuk sujud kepadanya sebagai tanda penghormatan. Seluruh malaikat pun patuh kecuali Iblis, yang saat itu masih termasuk dalam golongan malaikat, namun terbuat dari api. Iblis menolak untuk sujud dan mengkritik penciptaan Nabi Adam AS dari tanah, yang menurutnya lebih rendah daripada dirinya yang terbuat dari api.


Allah SWT mengecam Iblis dan mengusirnya dari surga. Iblis yang merasa tersinggung atas perintah Allah SWT ini, bersumpah untuk menggoda dan menyesatkan manusia sepanjang hidupnya. Ini adalah awal dari permusuhan Iblis dan setan-setannya terhadap manusia.


Kisah ini menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu patuh dan taat kepada perintah Allah SWT serta menghormati manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh-Nya. Kita juga harus selalu waspada terhadap godaan dan pengaruh jahat yang berasal dari setan dan diri kita sendiri.


Referensi 

Al-Quran: Surat Al-Baqarah ayat 30-39

Shahih Bukhari: Kitab Tafsir, Bab Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 30-39.

Shahih Muslim: Kitab Al-Iman, Bab Al-Iman bil Qadr.

Musnad Ahmad Ibn Hanbal: Musnad Al-Imam Ahmad, Jilid 1, halaman 154-156.

Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1, halaman 101-120.

Tafsir Al-Qurtubi: Al-Jami' Li Ahkam Al-Quran, Jilid 1, halaman 93-109.

Tafsir Al-Baghawi: Ma'alim At-Tanzil, Jilid 1, halaman 68-84.


Kita-kitab tersebut membahas kisah Nabi Adam dan memberikan penjelasan tentang tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah Nabi Adam. Selain itu, terdapat juga banyak kitab lainnya yang membahas mengenai kisah Nabi Adam dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk lebih memperdalam pemahaman tentang kisah Nabi Adam.


Posting Komentar untuk "Kisah Permulaan Penciptaan Nabi Adam As - KATAILMUU.COM"