Kumpulan Syair Imam Syafi’i

أَمَا تَرَى الْكَيْفَ أَنْ يُعْطَى الْوَرَعُ مَا يَأْتِيْ
وَيَكْفَى بِهِ فِي الدُّنْيَا عَنْ كُلِّ مَا فِيْهَا
فَمَا نَفْعُ الْعِلْمِ إِذَا لَمْ يُطَبَّقْ بِهِ
وَلَمْ يَعْمَلْ بِهِ فِيْ زَمَانِ كَانَ يَنْفَعُ فِيْهَا
Artinya:
Tidakkah kau lihat betapa indahnya,
Jika orang yang berhati-hati diberikan yang dia inginkan,
Dan itu cukup baginya di dunia ini,
Mengalahkan semua yang ada di dalamnya.
Karena ilmu tidaklah bermanfaat,
Jika tidak diaplikasikan dan digunakan,
Di masa-masa yang tepat dan sesuai.
BACA JUGA Kumulan Syair RUMI
Syair Waktu Yang Sangat Berharga
بَنِيْ آدَمَ أَعْمَارُهُمْ مَسَاؤُهَا
فِيْ يَوْمِ يُسْعَدِ الْمَرْءُ مَسْرَاهُ
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ تَعْرِفْ نَفْسَكَ
وَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَعْرِفْهَا فَالْأَخْرَى
Artinya:
Waktu hidup manusia adalah senja,
Di hari ketika seseorang merasa bahagia.
Hai pencari kebaikan, hadapilah dirimu,
Dan jika tidak mengenalnya, maka yang lain.
Syair ini menunjukkan betapa berharganya waktu dalam hidup manusia dan pentingnya mengenal diri sendiri. Pesan ini juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai dengan mengenal diri sendiri dan melakukan kebaikan.
Syair Orang Alim Berbicara
إِذَا مَا قَالَ الْعَالِمُ لِلْجَاهِلِ جَاهِلٌ
فَقَدْ اسْتَغْنَى بِهِ عَنْ تَوْضِيْحِ الْمَسَائِلِ
فَإِنْ لَمْ تَكُنْ عَلَى بَيِّنَةٍ فِي مَا تَقُوْلُ
فَدَعْ لِيَ الْقَوْلَ فَإِنَّهُ أَعْرَفُ بِمَا فِيْهِ
Artinya:
Jika seorang alim mengatakan bahwa seseorang bodoh,
Maka dia telah memberikan penjelasan tentang masalah,
Namun jika kamu tidak jelas dalam apa yang kamu katakan,
Biarkan saya berbicara, karena saya lebih tahu tentang hal itu.
Syair ini menunjukkan bahwa seorang alim yang berbicara dengan kebenaran dan kejelasan, dapat memberikan penjelasan tentang suatu masalah secara singkat dan mudah dimengerti. Namun, jika seseorang tidak memiliki kejelasan dalam berbicara, maka disarankan untuk diam dan mendengarkan orang yang lebih berpengetahuan. Hal ini menunjukkan pentingnya kebenaran dan kejelasan dalam berbicara dan menyampaikan informasi.
Syair Perpisahan
لَا تَزَالُ الْعَيْنُ تَدْمَعُ وَالْقَلْبُ يَحْزَنُ
وَلَكِنَّا لَا نَقُولُ إِلَّا مَا يُرْضِي الرَّحْمَنَ
إِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا بَعْدَ الْحَبِيْبِ لَمْحَزُوْنٌ
وَلَكِنْ أَخْرَى الْأَيَّامِ نَلْقَاكَ فِيْهَا إِنْ شَاءَ الرَّحْمَنُ
Artinya:
Air mata terus mengalir, dan hati terus bersedih,
Namun, kita hanya mengatakan apa yang disukai oleh Tuhan Yang Maha Pengasih.
Kami merasa sedih karena perpisahan denganmu, wahai kekasih,
Namun, di hari lain kita akan bertemu lagi jika Allah menghendaki.
Syair ini menunjukkan betapa dalamnya kesedihan saat seseorang berpisah dengan orang yang dicintai. Namun, syair ini juga mengajarkan tentang rasa ikhlas dan keyakinan bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan bahwa kita akan bertemu kembali suatu saat nanti jika Allah menghendaki. Hal ini menunjukkan pentingnya mempercayai rencana Allah dan tetap berikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Syair Ajuran Bertaubat
مَا زَالَ الْعَبْدُ يَعْصِي وَيَرْجُوْ الْعَفْوَ
وَيَظُنُّ الْخَطِيْئَةَ فِيْ طُرُقِ السَّلْفِ
إِذَا نَزَلَ الْبَلَاءُ يَكْشِفُ اللَّهُ عَنْهُ
فَكَيْفَ يَرْجُوْ الْعَفْوَ وَهُوَ فِيْ ذَنْبِ
Artinya:
Seorang hamba terus berbuat dosa, tetapi berharap untuk diampuni,
Dan berpikir bahwa kesalahan telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu.
Namun ketika musibah turun, Allah akan memperlihatkan kepadanya,
Bagaimana dia bisa berharap untuk diampuni ketika masih dalam dosa?
Syair ini mengajarkan tentang pentingnya taubat dan memperbaiki diri, serta tidak meremehkan dosa yang telah dilakukan. Dalam syair ini, Imam Syafi'i mengingatkan bahwa hanya dengan meninggalkan dosa dan berupaya memperbaiki diri, kita bisa berharap untuk mendapatkan ampunan Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga diri dari dosa dan selalu berupaya untuk memperbaiki diri demi mendapatkan keridhaan Allah.
😘
BalasHapusMantap👍
BalasHapusBgus
BalasHapus