Isyarat Rasululiah Bakal Terjadinya Kerusuhan, Dimana Lidah Lebih Tajam Daripada pedang

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin 'Umar bahwa suatu ketika mereka berada dalam perjalanan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan singgah di suatu tempat. Tiba-tiba seorang penyeru yang ditugaskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berseru, Ibn Umar mengucapkan "Ash-shalatu jami'ah!" dan kemudian mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam saat beliau sedang memberikan khutbah di depan orang banyak. Hadis ini diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, juz 2, halaman 226, hadits no. 579.
BACA JUGA Keikhlasan Dalam Mengajar Dan Berdakwah Di Jalan Allah
Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Hai manusia, sesungguhnya Allah menciptakan hamba-hamba-Nya di masa Jahiliyah (zaman kebodohan), kemudian Dia mengutus para nabi untuk memberikan petunjuk kepada mereka. Dan sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun yang tidak memperingatkan umatnya terhadap kejahatan yang dianggapnya sebagai keburukan bagi mereka. Dan aku adalah yang terakhir dari para nabi dan kesempurnaan petunjukku. Ketahuilah, ketentraman umat ini berada di awalnya dan kekacauan di akhirnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengalami kekacauan ini maka dia akan mengatakan, 'Inilah kebinasaanku!' Tetapi jika dia selamat dari kekacauan ini maka dia akan mengatakan, 'Inilah, inilah.' Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin keluar dari neraka dan masuk ke surga, maka hendaklah dia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, serta hendaklah dia bersikap kepada manusia sebagaimana dia inginkan mereka bersikap kepadanya. Dan barangsiapa yang memberikan bai'at kepada seorang pemimpin (imam), maka hendaklah dia patuh kepadanya, selama dia tidak diperintahkan untuk melakukan dosa. Dan jika dia diperintahkan untuk melakukan dosa, maka tidak ada ketaatan kepadanya." (HR. Muslim, no. 1844)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
"إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَظْهَرَ النَّاسُ الْحَسَنَ وَهُمْ فِي قُلُوبِهِمْ الرَّيْبَةُ، حَتَّى يَكُونَ اللِّسَانُ أَحْدَثُ مَا يَتَكَلَّمُ بِهِ مِنَ الْخَيْرِ وَالشَّرِّ". (رواه البخاري)
bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah ketika seseorang menunjukkan perilaku baik, namun hatinya penuh dengan kejahatan. Pada saat itu, kekuatan kata-kata lebih besar daripada kekuatan pedang. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari.
Hadis kedua:
Dari Abu Bakrah, Rasulullah bersabda,
"لاَ تَسْأَلُوا الْحُكَّامَ شَيْئًا فَإِنَّمَا يُنَادَوْنَ عَلَيْكُمْ بِالشَّفَاعَةِ، وَلاَ تَأْخُذُوا مِنْهُمْ إِلاَّ بِالْمَعْرُوفِ، وَلاَ تَنْفَرُوا مِنْهُمْ، وَأَوْصُوا لَهُمُ النَّصِيحَةَ، فَإِنَّ اللَّهَ يُنْصِحُ الْمُنْصِحِينَ، وَيُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ، وَلاَ تَنَافَسُوا مَعَ بَعْضِكُمْ، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا، وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيَعْدُوا، فَأَفْضَلُهُمَا الَّذِي يُبْدِي السَّلامَ أَوَّلًا". (رواه أبو داود)
Riwayat dari Abu Bakrah, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah kalian meminta pemimpin kalian kecuali kepada Allah, dan janganlah kalian mengambil sesuatu dengan cara yang buruk. Janganlah saling membenci, jangan saling memusuhi, dan janganlah saling memotong hubungan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Sesungguhnya lidah itu lebih tajam dari pada pedang." (HR. Abu Daud)
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang mengucapkan kalimat "La ilaha illallah" dengan lisan mereka, padahal hati mereka tidak jujur, akan masuk ke dalam neraka Jahannam. Hadis ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan tercatat dalam kitab Bukhari dan Muslim. Rasulullah juga menyebutkan bahwa lidah lebih tajam daripada pedang.
Hadis ini menjadi perhatian para ulama Syafi'i dalam memahami pentingnya kejujuran dalam beragama dan bahwa Islam tidak hanya sekadar perkataan semata, melainkan juga perbuatan yang dilandasi niat yang tulus. Oleh karena itu, seseorang harus memahami dan menghayati makna kalimat "La ilaha illallah" dengan sepenuh hati dan mengamalkannya dengan tulus dan ikhlas.
Orang yang mengucapkan kalimat tersebut tanpa kejujuran hati akan masuk ke dalam neraka Jahannam. Selain itu, kata-kata yang diucapkan memiliki kekuatan besar dan dapat memberikan dampak yang besar pada diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, seseorang harus berhati-hati dalam menggunakan kata-kata dan menghindari menyakiti orang lain dengan perkataan yang tajam dan tidak sopan.
Hadis ini juga menegaskan bahwa seseorang tidak dapat disebut sebagai seorang muslim atau mu'min hanya karena mengucapkan kalimat syahadat secara verbal saja, melainkan harus juga mengamalkannya dengan tulus dan ikhlas. Kesimpulannya, hadis ini menunjukkan pentingnya kejujuran dalam beragama dan penggunaan kata-kata yang bijak dan sopan, serta mengingatkan bahwa Islam bukan sekadar perkataan semata, melainkan juga perbuatan dan niat yang tulus dan ikhlas.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian mengganggu tetangga-tetangga kalian, janganlah kalian mencemari sumber mata air mereka, janganlah kalian merusak tanaman-tanaman mereka, dan janganlah kalian membuang sampah di depan pintu-pintu mereka. Sungguh, lidah lebih tajam daripada pedang." (HR. Ibn Majah)
Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang paling berguna bagi manusia, dan amal yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Sungguh, lidah lebih tajam daripada pedang." (HR. Bukhari dan Muslim)
Penulis: Tgk: Safrizal, S.Sos
Dewan Guru Pesantren Modert Ulumul Islam Al-Aziziyah
Posting Komentar untuk "Isyarat Rasululiah Bakal Terjadinya Kerusuhan, Dimana Lidah Lebih Tajam Daripada pedang "