pemuda berjalan di atas air

Dalam
kitab hikmah Ibnu Jauzi terdapat kisah tentang seorang pemuda yang memiliki
kemampuan berjalan di atas air. Pemuda tersebut bernama Hasan dan ia berasal
dari sebuah desa kecil di pinggiran kota Baghdad.
Suatu
hari, Hasan mengalami sebuah mimpi di mana ia melihat dirinya berjalan di atas
permukaan air tanpa tercebur ke dalamnya. Mimpi tersebut begitu mengesankan
bagi Hasan sehingga ia merasa harus mencoba untuk menguji kemampuan tersebut di
dunia nyata.
Pada
suatu pagi, Hasan memutuskan untuk pergi ke sebuah danau yang terletak di dekat
desanya. Setibanya di danau, Hasan berusaha untuk mengikuti apa yang ia lihat
dalam mimpi. Ia memusatkan pikirannya, berdoa, dan kemudian dengan percaya diri
meletakkan kakinya di atas permukaan air.
Ternyata
kemampuan Hasan untuk berjalan di atas air terbukti benar. Ia bisa berjalan
tanpa tenggelam atau tergelincir. Hal ini sangat mengherankan para pengunjung
dan penduduk desa yang melihatnya. Mereka pun bergegas memberitahukan kejadian
ini kepada orang-orang di sekitar dan kabar tersebut cepat menyebar ke seluruh
kota Baghdad.
Ketika
berita tentang Hasan yang bisa berjalan di atas air sampai ke telinga Sultan
Baghdad, ia memanggil Hasan untuk datang ke istananya. Setelah melakukan
serangkaian uji coba dan percobaan, sultan akhirnya menjadi yakin bahwa
kemampuan Hasan adalah nyata dan bukan sekadar kebetulan.
Sultan
pun meminta Hasan untuk menjadi penjaga di istananya dan mengajaknya bergabung
dengan pasukan keamanan. Dalam perannya sebagai penjaga, Hasan menggunakan
kemampuannya untuk membantu pasukan keamanan menyeberangi sungai yang terlalu
dalam atau menghindari jebakan musuh yang memangsa pasukan mereka.
Kemampuan
Hasan yang unik ini menjadikannya sangat terkenal di seluruh kota Baghdad dan
menjadi legenda yang diingat hingga kini. Ia menjadi inspirasi bagi banyak
orang yang mengidamkan kemampuan untuk menguasai dan mengendalikan hal-hal yang
dianggap mustahil.
Namun,
Hasan tidak merasa nyaman dengan ketenaran dan kemampuannya yang tidak biasa.
Ia lebih suka menjalani kehidupan yang tenang dan sederhana di desa kecilnya.
Hasan merasa bahwa kemampuan yang dimilikinya adalah anugerah dari Tuhan, dan
ia tidak ingin memamerkan atau mengeksploitasi kemampuan tersebut.
Ketika
sultan mengetahui bahwa Hasan ingin kembali ke desanya, ia memberikan sepasang
sepatu yang ajaib sebagai hadiah sebagai tanda terima kasih atas jasa-jasanya
sebagai penjaga istana. Sepatu tersebut bisa membuat pemakainya mampu berjalan
di atas air, sehingga Hasan tidak perlu lagi memusatkan pikirannya untuk
menjaga keseimbangan ketika berjalan di atas air.
Setelah
menerima hadiah dari sultan, Hasan kembali ke desanya dan hidup dengan tenang.
Dia tidak memamerkan kemampuan barunya pada siapa pun, bahkan pada keluarganya
sendiri. Namun, kabar tentang sepasang sepatu ajaib yang dimiliki Hasan
akhirnya menyebar ke seluruh kota, dan orang-orang datang dari jauh untuk
meminta bantuan dan pertolongan darinya.
Hasan
selalu membantu orang lain dengan kemampuan ajaibnya, tetapi ia tidak pernah
memanfaatkan kemampuan tersebut untuk kepentingan pribadi atau untuk memperoleh
keuntungan. Baginya, kemampuan yang dimilikinya adalah anugerah yang harus
digunakan untuk membantu orang lain dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan
kepribadian yang rendah hati dan kemampuan ajaibnya, Hasan menjadi teladan bagi
banyak orang. Kehidupannya mengajarkan kita untuk tidak sombong atas kemampuan
yang kita miliki, tetapi untuk menggunakannya dengan bijaksana dan membantu
orang lain.
Hasan
hidup bahagia di desanya, dan ia selalu menjadi panutan bagi para pemuda di
desanya. Ia mengajarkan mereka untuk selalu bersyukur atas karunia yang
diberikan oleh Allah, dan untuk tidak mempergunakan kemampuan mereka untuk
tujuan yang buruk.
Kisah
Hasan dan kemampuannya untuk berjalan di atas air menjadi legenda di kota
Baghdad. Orang-orang terus menceritakan kisahnya dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Meskipun tidak ada yang tahu dengan pasti bagaimana Hasan bisa
memiliki kemampuan seperti itu, kisahnya tetap menjadi inspirasi bagi banyak
orang.
Bagi
kita yang hidup di zaman modern ini, kisah Hasan mengingatkan kita bahwa kita
memiliki kemampuan yang luar biasa dalam diri kita. Meskipun kemampuan kita
mungkin tidak seunik seperti Hasan, kita semua bisa memiliki kemampuan yang
luar biasa dalam bidang yang kita tekuni.
Namun,
seperti yang diajarkan oleh kisah Hasan, kita harus selalu bersyukur atas
karunia yang diberikan oleh Allah dan menggunakan kemampuan kita untuk kebaikan
dan kemanfaatan orang lain. Kita harus menjaga kesederhanaan dan rendah hati,
serta tidak pernah sombong atas kemampuan yang kita miliki.
Dengan
menjadikan kisah Hasan sebagai inspirasi, kita dapat menumbuhkan rasa syukur
dalam diri kita dan menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan. Kisah
Hasan mengajarkan kita untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang baik dan
berguna bagi masyarakat, sehingga kita bisa menjadi teladan bagi orang lain.
Penulis: Tgk: Safrizal, S.Sos
Dewan Guru Pesantren Modert Ulumul Islam Al-Aziziyah
Posting Komentar untuk "pemuda berjalan di atas air"