Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

DALIL BACA AL-QUR’AN DI SISI KUBURAN

 

DALIL BACA AL-QUR’AN DI SISI KUBURA

DALIL BACA AL-QUR’AN DI SISI KUBURAN

Perdebatan mengenai hukum membaca Al-Qur’an di sisi kuburan menjadi salah satu isu yang paling disalahpahami dalam diskusi fikih kontemporer. Sebagian kelompok, khususnya yang terpengaruh pemikiran Wahabi, sering mengklaim bahkan berani bersumpah bahwa tidak ada satu pun dalil yang membolehkan membaca Al-Qur’an di kubur. Padahal, dalam literatur hadis dan pendapat ulama salaf, terdapat banyak dalil shahih, hasan, dan dhaif yang saling menguatkan, menunjukkan bahwa mengaji di kuburan bukan amalan baru, tetapi memiliki akar yang kuat dalam syariat dan diamalkan generasi awal umat Islam.

Berbagai riwayat dari Anas bin Malik, Ibn Umar, Ali bin Abi Thalib, Ma‘qil bin Yasar, hingga pernyataan Imam Syafi‘i, Imam Ahmad bin Hanbal, serta praktik kaum Anshar membuktikan bahwa pembacaan Al-Qur’an di kubur adalah amalan masyru‘, diterima oleh para ulama ahli hadis, fuqaha, dan ahli tasawuf sepanjang zaman.

Artikel ini mengumpulkan dalil-dalil lengkap, baik dari hadits Nabi , atsar sahabat, riwayat tabi‘in, maupun pendapat para imam mazhab, untuk menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an di kuburan adalah amalan yang dibolehkan. Dengan penyusunan sistematis dan rujukan langsung ke kitab-kitab induk hadis, semoga pembaca dapat memahami persoalan ini secara ilmiah dan objektif, jauh dari sikap ekstrem yang menyesatkan umat.

1. Hadits Riwayat Nasi':

اقرأوا على موتاكم

السنن الكبرى - النسائي - ط الرسالة ٩/‏٣٩٤

“Bacakanlah (Al-Qur’an) untuk orang-orang yang telah meninggal di antara kalian.”

(Sumber: As-Sunan al-Kubra karya an-Nasa’i, cetakan ar-Risalah, jilid 9 halaman 394)

2. Hadits Riwayat Abi Daud

اقرأوا يس على موتاكم

سنن أبي داود - ط دهلي مع عون المعبود ٣/‏١٦٠

“Bacakanlah surah Yasin untuk orang-orang yang telah meninggal di antara kalian.”

(Sumber: Sunan Abu Dawud, cetakan Delhi dengan syarah ‘Aun al-Ma‘būd, jilid 3 halaman 160)

3. Hadits Riwayat Imam Ahmad:

وَ» يس " قَلْبُ الْقُرْآنِ لَا يَقْرَؤُهَا أَحَدٌ يُرِيدُ اللَّهَ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ، فَاقْرَؤُوهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ».

قُلْتُ: فِي سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ مِنْهُ طَرَفٌ.

رَوَاهُ أَحْمَدُ، وَفِيهِ رَاوٍ لَمْ يُسَمَّ، وَبَقِيَّةُ رِجَالِهِ رِجَالُ الصَّحِيحِ. وَرَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ وَأَسْقَطَ الْمُبْهَمَ.

مجمع الزوائد ومنبع الفوائد ٦/‏٣١١ — نور الدين الهيثمي (ت ٨٠٧)

“Surah Yā Sīn adalah jantung Al-Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya dengan niat mencari ridha Allah dan negeri akhirat melainkan Allah akan mengampuninya. Karena itu, bacalah surah tersebut untuk orang-orang yang meninggal di antara kalian.”

Aku (al-Haitsami) berkata: Dalam Sunan Abu Dawud terdapat sebagian dari hadis ini.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad; di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang tidak disebutkan namanya. Adapun perawi lainnya adalah perawi-perawi kitab shahih (Bukhari–Muslim).

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan ia menyebutkan nama perawi yang sebelumnya tidak disebutkan (menghilangkan kemubhaman). (Sumber: Majma‘ al-Zawā’id wa Manba‘ al-Fawā’id (6/311), karya Nuruddin al-Haitsami (w. 807 H).

4. Hadist Riwayat Imam Baihaqy Dan Ath-Thabrany:

ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: «إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَلَا تَحْبِسُوهُ، وَأَسْرِعُوا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ، وَلْيُقْرَأْ عِنْدَ رَأْسِهِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَعِنْدَ رِجْلَيْهِ بِخَاتِمَةِ الْبَقَرَةِ فِي قَبْرِهِ»

المعجم الكبير للطبراني ١٢/‏٤٤٤ — الطبراني (ت ٣٦٠)

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata: “Aku mendengar Nabi bersabda:

‘Apabila salah seorang dari kalian meninggal, janganlah kalian menahannya (tidak segera dikuburkan). Segeralah membawanya ke kuburnya.

Dan hendaklah dibacakan di sisi kepalanya Surah al-Fatihah, serta di sisi kakinya penutup Surah al-Baqarah setelah ia diletakkan di dalam kuburnya.’”

Sumber: al-Mu‘jam al-Kabīr karya ath-Thabrani, jilid 12 halaman 444.

5. Hadist Yang Di Riwa Oleh Ad-Darulquthni Dari Saidina Ali Ketika Menjelaskan Kelebihan Surat Al-Ikhlash:

 

رواه الدارقطني، ويؤكده مارواه أيضًا عن علي: «من مر على المقابر وقرأ: قل هو الله أحد، إحدى عشرة مرة، ثم وهب أجرها للأموات، أعطي من الأجر بعدد الأموات» وروى أبو داود عن معقل بن يسار: «اقرؤوا على موتاكم سورة يس».

الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي ٣/‏٢٠٩٦ — وهبة الزحيلي (ت ١٤٣٦)

Hadis ini diriwayatkan oleh ad-Daraquthni, dan diperkuat oleh riwayat lain darinya dari Ali (bin Abi Thalib): “Barang siapa melewati kuburan kemudian membaca ‘Qul Huwallāhu Aḥad’ (Surah al-Ikhlash) sebanyak sebelas kali, lalu menghadiahkan pahalanya kepada para penghuni kubur, maka ia akan diberi pahala sejumlah para penghuni kubur tersebut.”

Dan Abu Dawud meriwayatkan dari Ma‘qil bin Yasar: “Bacakanlah Surah Yasin untuk orang-orang yang telah meninggal di antara kalian.”

Sumber: al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhayli, jilid 3 halaman 2096.

6. Diriwayatkan Dari Imam Ahmad Bin Hanbal, Beliau Berkata:

وقال سمعت ابن عمر يوصى بذلك فقال له أحمد فارجع إلى الرجل فقل له يقرأ وقال محمد بن أحمد المروزى سمعت أحمد بن حنبل يقول إذا دخلتم المقابر فاقرءوا بفاتحة الكتاب والمعوذتين وقل هو الله أحد واجعلوا ثواب ذلك لأهل المقابر فإنه يصل إليهم) .إحياء علوم الدين ٤/‏٤٩٢ — أبو حامد الغزالي (ت ٥٠٥)

““Dan aku mendengar bahwa Ibn ‘Umar berwasiat dengan amalan tersebut. Lalu Ahmad bin Hanbal berkata kepadanya: ‘Kembalilah kepada orang itu dan katakan kepadanya: hendaklah ia membaca (Al-Qur’an).’

Dan Muhammad bin Ahmad al-Marwazi berkata: Aku mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata: ‘Apabila kalian memasuki kuburan, bacalah Surah al-Fatihah, dua surah al-Mu‘awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), serta Qul Huwallāhu Aḥad.

Hadiahkanlah pahala bacaan tersebut kepada para penghuni kubur, karena sesungguhnya pahala itu akan sampai kepada mereka.’”

Sumber: Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, jilid 4 halaman 492, karya Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H).

7. Dan Dari Abu Hurairah, Ia Berkata Bahwa Rasulullah Bersabda:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - ﷺ - «مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ، ثُمَّ قَرَأَ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَأَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ، ثُمَّ قَالَ إنِّي جَعَلْت ثَوَابَ مَا قَرَأْت مِنْ كَلَامِك لِأَهْلِ الْمَقَابِرِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَانُوا شُفَعَاءَ لَهُ إلَى اللَّهِ تَعَالَى»

حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب ٢/‏٢١٧ — الجمل (ت ١٢٠٤)

“Barang siapa memasuki kuburan, lalu membaca Surah al-Fatihah, Qul Huwallāhu Aḥad, dan Alhākumut-Takāthur, kemudian berkata: ‘Ya Allah, aku hadiahkan pahala apa yang aku baca dari firman-Mu untuk para penghuni kubur dari kalangan orang-orang beriman laki-laki dan perempuan,’ Maka mereka (para penghuni kubur itu) akan menjadi pemberi syafaat baginya di sisi Allah Ta‘ala.”

Sumber: Hāsyiyah al-Jammal ‘alā Syarh al-Minhāj (juga dikenal sebagai Fatūḥāt al-Wahhāb), jilid 2 halaman 217.

7. Diriwayatkan Oleh Abdul Aziz Dari Anas RA Bahwa Rasulullah Berkata:

وذكر الثعلبي عن أبي هريرة أن رسول الله قال: «من دخل المقابر فقرأ سورة يس خفف الله عنهم يومئذ وكان له بعدد من فيها حسنات»  فتح القريب المجيب على الترغيب والترهيب ٧/‏١٩٥ — حسن بن علي الفيومي (ت ٨٧٠)

Ats-Tsa‘labī meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

“Barang siapa memasuki kuburan lalu membaca Surah Yasin, maka Allah akan meringankan (azab) para penghuni kubur pada hari itu, dan orang yang membacanya akan mendapatkan kebaikan sebanyak jumlah penghuni kubur tersebut.”

Sumber: Fatḥ al-Qarīb al-Mujīb ‘alā at-Targhīb wa at-Tarhīb (7/195), karya Hasan bin Ali al-Fayyumi (w. 870 H).

8. Pernyataan Imam Syafi‘I Tentang Membaca Al-Qur’an Di Kubur

أَخْبَرَنِي رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ، قَالَ: سَمِعْتُ الْحَسَنَ بْنَ الصَّبَّاحِ الزَّعْفَرَانِيَّ، يَقُولُ: « سَأَلْتُ الشَّافِعِيَّ عَنِ الْقِرَاءَةِ عِنْدَ الْقَبْرِ فَقَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ » الإمتاع بالأربعين المتباينة السماع ١/‏٨٥ — ابن حجر العسقلاني (ت ٨٥٢)

Diriwayatkan oleh Rawḥ bin al-Faraj, ia berkata:

“Aku mendengar al-Hasan bin ash-Shabbāḥ az-Za‘farānī berkata: Aku bertanya kepada Imam asy-Syafi‘i tentang membaca Al-Qur’an di sisi kubur. Maka beliau menjawab: ‘Tidak mengapa.’”

Sumber: al-Imti‘ā‘ bil-Arba‘īn al-Mutabāyinah as-Samā‘, hlm. 85 — Ibn Hajar al-‘Asqalānī (w. 852 H)

9. Praktik Para Anshar Membaca Al-Qur’an Di Kuburan

أَخْبَرَنِي أَبُو يَحْيَى النَّاقِدُ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَفْصٌ، عَنْ مُجَالِدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، قَالَ: «كَانَتِ الْأَنْصَارُ إِذَا مَاتَ لَهُمُ الْمَيِّتُ اخْتَلَفُوا إِلَى قَبْرِهِ يَقْرَءُونَ عِنْدَهُ الْقُرْآنَ»

القراءة عند القبور - من «الجامع» للخلال ١/‏٨٩ — أبو بكر الخلال (ت ٣١١)

Diriwayatkan oleh Abu Yahya an-Nāqid, ia berkata:

“Sufyān bin Waki‘ telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Hafsh telah menceritakan kepada kami, dari Mujālid, dari asy-Sya‘bi, ia berkata:

‘Kaum Anshar, apabila ada seseorang dari mereka meninggal, mereka mendatangi kuburannya dan membaca Al-Qur’an di sana.’”

Sumber: al-Qirā’ah ‘inda al-Qubūr – dari al-Jāmi‘ karya al-Khallāl, hlm. 89 — Abu Bakar al-Khallāl (w. 311 H)

10. Pernyataan Ulama Tabi‘In Tentang Bolehnya Membaca Al-Qur’an Di Kuburan

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَاشِمٍ الْبَغَوِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سِنَانٍ الْمَرْوَزِيُّ أَبُو مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى السِّينَانِيُّ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ ٩٠ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: «لَا بَأْسَ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فِي الْمَقَابِرِ»

الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر - من «الجامع» للخلال ١/‏٨٩ — أبو بكر الخلال (ت ٣١١)

Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Hasyim al-Baghawi, ia berkata:

“Abdullah bin Sinān al-Marwazī Abu Muhammad menceritakan kepada kami, ia berkata: al-Fadhl bin Musa as-Sinānī menceritakan kepada kami, dari Syarīk, dari Manshūr, dari Ibrāhīm (an-Nakha‘ī), ia berkata:

‘Tidak mengapa membaca Al-Qur’an di pemakaman.’”

Sumber: al-Amr bil-Ma‘rūf wa an-Nahy ‘an al-Munkar – dari al-Jāmi‘ karya al-Khallāl, hlm. 89 — Abu Bakar al-Khallāl (w. 311 H)

 

KESIMPULAN:

Dari semua dalil diatas dapat kita pahami bahwa mengaji di sisi kuburan ada dalil dan di lakukan oleh para sahabat dan oleh para ulama salaf , maka dari itu semua kitab isa pahami bahwa kelompok yang mengatakan tidak ada dalil mareaka itu masih kurang wawasan dalam agama sehingga mudah dalam mengatakan tidak ada dalil.


Penulis: Tgk Safrizal


Posting Komentar untuk "DALIL BACA AL-QUR’AN DI SISI KUBURAN"